Membentak Dan Berkata Kasar Memiliki Dampak Negatif Pada Anak?

Buah hati Anda takut bertindak karena khawatir akan dibentak oleh Anda bila keputusan atau tindakannya Anda anggap salah. Mereka juga cenderung terhindar dari depresi juga tidak terlibat pada perilaku antisosial seperti kenakalan remaja atau penggunaan narkoba, lho. Lantas, bagaimana membuat anak mau patuh pada orang tua tanpa teriakan maupun hukuman fisik?

Hindari mengeluarkan kata-kata yang membuat anak semakin merasa sakit hati. Apalagi, jika orangtua tidak mau mendengar alasan anak terlebih dahulu. Selain itu, Anda juga bisa memberikannya hadiah tertentu untuk memperkuat perilaku positif si kecil. Ketika Anda cenderung memaksa anak untuk melakukan sesuatu, biasanya si kecil akan memberontak dan melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan. Menurut banyak ahli, membentak-bentak, meneriaki, apalagi menggunakan kekerasan bukanlah hal yang bijak untuk diterapkan pada anak.

Perilaku membentak anak ketika anak melakukan kesalahan sangat berdampak untuk dirinya. Akan ada banyak milyaran sel otak pada anak yang bisa rusak, dengan kata lain orangtua bisa menghambat perkembangan kognitif dan tidak berkembang sebagaimana mestinya. Mendidik anak membutuhkan kesabaran yang tiada batas, setuju kan Bu? Pasalnya, terkadang sebagai orang tua kita kerap kurang sabar dalam menghadapi tingkah si kecil. Si adik yang masih menyusu membutuhkan perhatian ekstra, namun si kakak yang kerap ‘berulah’ membuat Ibu lepas kontrol saat menghadapinya.

Hal yang perlu diketahui para suami jika mungkin jasa jasa yang sudah dilakukan istri memangtidak bisa dinilai dengan materi. Akan tetapi, beban istri seperti mengandung, melahirkan, menyusui, membesarkan anak sekaligus mengurus suami dan semua pekerjaan rumah tangga sebenarnya tidak dapat tergantikan oleh apapun juga. Mulai sekarang, ayo kita tekatkan untuk tidak berkata kasar dan membentak anak, karena perilaku anak tergantung dari cara kita mengajarkan dan membimbingnya. Anak yang selalu dibentak akan tumbuh menjadi anak yang minder dan tidak percaya pada dirinya sendiri.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Jika suatu waktu suami marah karena suatu hal, istri juga harus mencari maaf dari suaminya. Mendatangi suami ketika marah kemudian meminta maaf dengan cara yang baik akan menjadi satu ridho tersendiri bagi seorang istri kepada suaminya. Justru Anda malah harus merasa malu bila Anda melupakan tanggung jawab sebagai orangtua dengan ‘merusak’ anak secara fisik maupun psikologis. Carilah cara yang efektif untuk mendisiplinkan anak dan mendorong munculnya perbaikan perilaku.

Anak-anak usia muda biasanya kesulitan untuk tetap tenang di dalam rumah sepanjang hari penuh. Namun, mereka bisa tenang selama 15 menit sementara orang tua menerima telepon. Saat melihat anak berulah yang menjengkelkan,orangtua mungkin jadi naik pitam dan akhirnya berteriak atau membentak. Orangtua bisa menghindari luapan emosi ini dengan berbagai cara untuk membuat diri serileks mungkin. Semisal jika anak hendak berangkat sekolah di pagi hari selalu membuat orangtua membentak anak, maka persiapkan di malam sebelumnya.

Namun dengan strategi yang tepat, situasi masih sangat mungkin diperbaiki. Anak suka berbohong atau enggan berterus terang karena ada perasaan takut. Misalnyatakut untuk mengakui kesalahan yang dilakukan karena akan dimarahi.

Jika Anda kehilangan kesabaran dan kelepasan membentak anak, jangan terbawa emosi. Anda masih bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini agar anak tidak merasa trauma. Hubungan Anda dengan anak pun akan tetap terjaga kehangatannya. Ketika Anda masih kecil dan orangtua membentak Anda, apa yang Anda rasakan? Padahal, Anda hanya melakukan kenakalan yang wajar dilakukan anak-anak seumur Anda saat itu. Anda tidak memahami mengapa orangtua bisa begitu marah pada Anda.

Gunakan waktu tersebut untuk menenangkan diri, bukan membangun kemarahan untuk menunjukkan bahwa Anda benar. Jika anak Anda sudah cukup besar untuk ditinggal beberapa saat, Anda bisa pergi ke kamar mandi, mencuci muka, dan tariklah napas. Tapi bila anak Anda masih kecil dan akan merasa ditinggalkan, Anda cukup pergi ke dapur. Ketika masih anak-anak, sel otak mereka dibiarkan untuk tumbuh dan berkembang. Namun, akan berbeda jika pada akhirnya anak berada di lingkungan atau pola asuh yang salah.